Menciptakan Akhir yang Baru

Dahulu dosen saya pernah berkata kira-kira seperti
ini, “Saya tidak mau belajar dari kesalahan. Saya mau belajar dari kesuksesan.”
Saya pikir benar juga, karena “success breeds
success”. Kesuksesan melahirkan kesuksesan.
Jika Anda pernah mendengar sebuah kutipan berbunyi “from
failure we learn, from success not so much” itu sebenarnya kurang
tepat. Intinya apakah kita cenderung belajar lebih banyak dari kegagalan, atau
kesuksesan?
Saya tidak mengatakan bahwa kita tidak bisa belajar
dari kesalahan, tapi menurut sebuah penelitian belajar dari kesuksesan justru cenderung
lebih positif.
Penelitian yang mengungkap hal ini dilakukan
oleh seorang neuroscientist / ahli syaraf otak dari Massachusetts Institute of
Technology bernama Earl Miller.
Sebenarnya penelitian ini dilakukan pada monyet (tentu
karena yang diteliti neuronnya, bukan berarti kita sama dengan monyet) dan
berlaku jika kesuksesan yang dialami diberi imbalan atau reward.
Dengan adanya imbalan atau hal positif yang terasosiasi dengan kesuksesan
tersebut, maka proses dalam neuron otak akan meningkat.
Tapi ini tentu bukan berarti bahwa kita tidak bisa
belajar dari kesalahan atau kegagalan.
Sebenarnya penelitian tersebut menunjukkan kondisi di
mana kesuksesan diberi imbalan, sementara kegagalan tidak menimbulkan
dampak negatif.
Jika misalnya kegagalan atau kesalahan yang Anda alami
memberi konsekuensi buruk pada Anda seperti kehilangan uang,
Miller mengatakan bahwa situasi ini mungkin justru bisa memberi umpan positif.
Jadi, intinya kesalahan bisa menjadi bahan evaluasi bagi kita.
Itulah mengapa dalam e-book
targetpositif.com disampaikan bahwa kita perlu memberi imbalan
pada diri sendiri atas keberhasilan, sekecil apapun keberhasilan itu dan
sekecil apapun imbalan itu.
Terkait dengan hal ini baik dalam melangkah menuju
hari baru, bulan baru, atau tahun baru, saya pikir ada satu kutipan terkenal
yang ingin saya bagi:
“No
one can go back and start a brand new start, anyone can start now and make a
brand new ending.” - Carl Bard
Kita tidak bisa kembali ke masa lalu dan membuat awal
yang baru, tapi kita bisa memulai sekarang dan menciptakan sebuah ending atau
akhir yang baru.
Diri Anda sekarang juga bukanlah diri Anda selama ini.
Kita selalu bisa melakukan hal-hal baru di saat
sekarang dan meninggalkan hal-hal di masa lalu yang tidak bisa kita ubah, yang
sudah tidak ada gunanya bagaikan “menggergaji serbuk gergaji”.
Ini seperti satu bagian dari lirik lagu Taylor Swift
berjudul Innocent (yang katanya ditujukan pada Kanye West yang
telah meminta maaf karena sempat menyela dirinya ketika menerima penghargaan
VMA) yang sangat saya suka:
“Who
you are is not where you’ve been.”
Keadaan Anda saat ini tidaklah sama
dengan keadaan Anda selama ini.
Sumber : www.justelsa.com
Menciptakan Akhir yang Baru
Reviewed by Pangeran Dari Edolas
on
08.46
Rating:
Reviewed by Pangeran Dari Edolas
on
08.46
Rating:
Tidak ada komentar: